Pewartanusantara.com – Rumah ada Bubungan Lima merupakan salah satu ikon dari Provinsi Walaupun banyak sekali ikon budaya dan etnik dari masyarakat Bengkulu. Namun, rumah adat ini masih bertahan, dan digunakan oleh masyarakat Bengkulu.

Rumah ada Bubungan Lima Bengkulu 2
Rumah ada Bubungan Lima Bengkulu 2

Struktur dari rumah Bubungan Lima dibuat agar bisa tahan terhadap gempa. Makanya desain dari rumah ini berbentuk panggung. Hal ini tentu saja disesuaikan dengan letak Provinsi Bengkulu yang sangat rawan terjadi bencana gempa bumi.

Namanya sendiri ternyata diambil dari bentuk desain atap rumah ini. Tidak hanya Bubungan Lima saja, masih banyak sedan atap lainnya. Seperti Bubungan Limas, Bubungan Haji atau Bubungan Jembatan.

Adari rumah adat Bengkulu ini terbuat dari bahan baku ijuk, meski sekarang telah banyak yang menggunakan genteng. Di dalam bangunan rumah panggung selalu ada anak tangga. Rumah Bubungan Lima jumlah anak tangga selalu ganjil. Sebuah simbol ketuhanan yang dipercaya oleh masyarakat Bengkulu.

Rumah Bubungan Lima ini, awalnya merupakan tempat tinggal khusus bagi tetua adat atau penghulu bersama dengan keluarga. Sedangkan kalau masyarakat biasa desain rumahnya lain lagi. Makanya di Bengkulu anda bisa menemukan rumah adat lainnya, seperti Rumah Kubung Beranak, rumah Patah Sembilan, Umeak Potong Jang, dan masih banyak lainnya.

Desain dari rumah adat ini memang dikhususkan bagi para ketua adat. Di mana susunan ruang yang ada dalam rumah Bubungan Lima ini terdiri dari beberapa bagian dengan fungsi yang berbeda.

Diantaranyaialah ;
Beranda (Bendoro) bagian depan rumah yang difungsikan untuk menjamu tamu atau tempat santai keluarga.
Hall. Tempat di mana dipakai untuk menjamu tamu yang dekat atau keluarga dekat.

Bilik Gedang. Kamar tidur untuk kepala keluarga bersama istri serta anaknya yang masih berusia kecil.

Bilik Gadis. Kamar khusus untuk anggota keluarga yang masih gadis dan sudah dalam usia dewasa. Letaknya tidak akan jauh dari Bilik Gedang.

Ruang Tengah. Tempat bersantai dan juga tempat untuk anak laki-laki bujang tidur.
Garang, ruang menyimpan air dan biasa dipakai untuk mencuci pakaian atau piring.
Dapur. Selain tempat untuk memasak, ruangan ini juga merupakan tempat menyimpan bahan makanan.

Bendoro belakang. Merupakan tempat beristirahat dan bercengkrama bagi para wanita setelah memasak.

Kolong. Bagian bawah rumah, dipakai untuk menyimpan kayu bakar, alat bertani, hasil panen atau juga bisa sebagai kandang ternak.

Nah itulah tadi penjelasan sekilas mengenai rumah Bubungan Lima yang merupakan Rumah adat Provinsi Bengkulu. Bisa dilihat bahwa rumah ini mempunyai ciri khas tersendiri. Mulai dari desain dan susunan ruangnya, menjadi sebuah hal yang tidak bisa ditemukan di rumah adat lainnya.

Erniyati Khalida
Penulis tetap di Pewarta Nusantara ( pewartanusantara.com ). Konten spesial Budaya Nusantara.